Pada penjelasan Veni tadi ada membicarakan tentang polaritas pelarut adalah faktor penting yang mengatur kelarutan obat, mengapa begitu? Lalu bagaimana hubungannya dengan struktur kimia obat tersebut?
Kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritas dari pelarutan yaitu oleh momen dipol, momen dipol semakin besar artinya polar. Pelarut polar itu dapat melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar lainnya. Kemampuan zat pelarut itu akan membentuk suatu ikatan hidrogen. Pelarut polar mampu mensolvasi molekul dan ion dengan adanya gaya interaksi dipol, terutama pada pembentukan ikatan hidrogen yang menyebabkan kelarutan senyawa tersebut. Adapun hubungan polaritas pelarut dengan struktur kimianya yaitu fisetin itu sendiri memiliki pasangan elektron ikatan bebas pada atom oksigen gugus hidroksil dan karbonil sehingga dapat berinteraksi dengan atom hidrogen membentuk ikatan hidrogen dengan gugus fungsi proton-akseptor pelarut. Dengan adanya pembentukan ikatan hidrogen maka terjadi kelarutan senyawa tersebut.
Pada video dijelaskan bahwa pelarut yang digunakan dalam pembuatan kosolven ini ialah etanol dan propilen glikol. Mengapa dipilih kedua pelarut ini sebagai kosolven, dan apakah memungkinkan untuk mengganti salah satu dari kedua pelarut tersebut dengan pelarut lain seperti gliserin, yang mana diketahui bahwa gliserin ini juga memiliki gugus OH pada strukturnya.
Penggunaan campuran pelarut etanol dan propilen glikol itu ialah berdasarkan pada derajat polaritas dan keamanan pelarut. Etanol dan propilen glikol termasuk pelarut polar digolongkan dalam kelas pelarut tiga dengan tingkat toksisitas rendah. Adapun untuk gliserin sendiri juga merupakan pelarut organik yang mempunyai gugus poliol yang mampu meningkatkan kelarutan bahan obat dalam air. Jadi kesimpulannya sebenarnya gliserin juga dapat digunakan sebagai kosolven bersamaan dengan etanol maupun propilen glikol.
Nama : Veni Kurniati NIM : G1E121043 Kelas : A Farmasi 1. Jelaskan mengapa ada perbedaan antara maturasi sel limfosit T dan maturasi sel limfosit B, lalu bagaimana peran maturasi sel limfosit T dan B dalam mempertahankan imunitas? dan berikan contohnya. Jawaban : Dijawab menggunakan 1 Bonus pada Pertemuan 10 2. Bagaimana peran farmasis dalam siklus manajemen obat pasien pasca transplantasi untuk meminimalkan efek samping dan berikan contohnya. Jawaban : Dijawab menggunakan 1 Bonus pada Pertemuan 10 3. Bagaimana perubahan lingkungan dapat memengaruhi respons imun adaptif, terutama kemampuan sel T dan sel B dalam merespons vaksinasi covid 19. Jawaban : Dijawab menggunakan 1 Bonus pada Pertemuan 10 4. Bagaimana mekanisme kerja agen imunoterapi dalam merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker, dan berikan contohnya. Jawaban : Link Video yt https://youtu.be/jLIIntS1mlo?si=EzwxJJD2au_D-ugN
Pada penjelasan Veni tadi ada membicarakan tentang polaritas pelarut adalah faktor penting yang mengatur kelarutan obat, mengapa begitu? Lalu bagaimana hubungannya dengan struktur kimia obat tersebut?
BalasHapusKelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritas dari pelarutan yaitu oleh momen dipol, momen dipol semakin besar artinya polar. Pelarut polar itu dapat melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar lainnya. Kemampuan zat pelarut itu akan membentuk suatu ikatan hidrogen. Pelarut polar mampu mensolvasi molekul dan ion dengan adanya gaya interaksi dipol, terutama pada pembentukan ikatan hidrogen yang menyebabkan kelarutan senyawa tersebut. Adapun hubungan polaritas pelarut dengan struktur kimianya yaitu fisetin itu sendiri memiliki pasangan elektron ikatan bebas pada atom oksigen gugus hidroksil dan karbonil sehingga dapat berinteraksi dengan atom hidrogen membentuk ikatan hidrogen dengan
Hapusgugus fungsi proton-akseptor pelarut. Dengan adanya pembentukan ikatan hidrogen maka terjadi kelarutan senyawa tersebut.
Pada video dijelaskan bahwa pelarut yang digunakan dalam pembuatan kosolven ini ialah etanol dan propilen glikol. Mengapa dipilih kedua pelarut ini sebagai kosolven, dan apakah memungkinkan untuk mengganti salah satu dari kedua pelarut tersebut dengan pelarut lain seperti gliserin, yang mana diketahui bahwa gliserin ini juga memiliki gugus OH pada strukturnya.
BalasHapusPenggunaan campuran pelarut etanol dan propilen glikol itu ialah berdasarkan pada derajat polaritas dan keamanan pelarut. Etanol dan propilen glikol termasuk pelarut polar digolongkan dalam kelas pelarut tiga dengan tingkat toksisitas rendah. Adapun untuk gliserin sendiri juga merupakan pelarut organik yang mempunyai gugus poliol yang mampu meningkatkan kelarutan bahan obat dalam air. Jadi kesimpulannya sebenarnya gliserin juga dapat digunakan sebagai kosolven bersamaan dengan etanol maupun propilen glikol.
Hapusapa hubungan pelarut yang digunakan dengan ionisasi obat?
BalasHapus